Kegiatan belanja online mungkin sudah sering dan pastinya sudah pernah dilakukan para kaum wanita baik remaja maupun dewasa (ibu-ibu). Produk yang dijual beraneka ragam, mulai dari perawatan tubuh, pakaian, perabotan rumah, makanan dan lainnya. Online shop biasa disebut juga sebagai e-commerce. Saya sendiri setidaknya tidak jarang melakukan belanja online. Website online shop yang sering saya kunjungi adalah www.qoo10.co.id disana menjual banyak sekali barang-barang yang dijual secara online. Dalam website tersebut, produk yang dijual berdasarkan kategori seperti pakaian wanita, kecantikan&diet, pria&olahraga, digital&mobile, home&living, bayi&makanan.
Selama berbelanja disana sangatlah mudah, karena banyak pilihan metode pembayaran yang bisa kita lakukan. Dengan mengkategorikan setiap produk yang dijual, membuat kostumer merasa nyaman dalam mencari barang yang ingin dibeli. Namun sayangnya, membeli barang diwebsite ini masih dikenai biaya pengiriman yang berbeda, dikarenakan sistem online shop ini adalah sebagai re-seller dari penjual-penjual yang menggunakan jasa webste ini untuk mempromosikan dan menjual produknya sehingga ketika kita membeli barang yang berbeda, biaya pengirimannya pun berbeda, paketan barang yang sampai pun tidak dalam satu paket bersamaan.
Berbeda pula dengan website online shop www.lazada.co.id, disana pembeli tidak dikenakan biaya pengiriman sama sekali. Berbelanja pun mudah hampir sama dengan website qoo10.co.id. Hanya saja produk yang dijual di lazada tidak begitu lengkap, untuk website lazada, produk yang paling banyak di stok adalah elektronik seperti handphone, laptop, aksesoris eletronik dan elektronik lainnya.
Untuk kepuasan pembelian atau barang yang dibeli disana, kedua website tersebut memberikan produk yang terbaik, sehingga jarang sekali saya merasa kecewa dengan barang yang saya pesan. Kemasannya rapih dan aman karena menggunakan bubble wrap untuk pengiriman. Kedua website tersebut memiliki aplikasi sendiri untuk Android, sehingga lebih mempermudah kostumer dalam berbelanja tanpa harus melalui website nya. Untuk bisa berbelanja di sebuat situs online shop, biasanya kita harus mendaftarkan diri sebagai member di website tersebut, jadi ketika ingin berbelanja, kita tinggal "Add To Cart" dan barang yang dipesan kan otomatis dikirimkan ke alamat yang kita masukkan pada saat mendaftar sebagai member disana.
Selama berbelanja online, sampai saat ini saya belum pernah mengalami hal yang sangat buruk, misal barang yang dipesan rusak atau barang yang telah dibayar tidak dikirim-kirim (ditipu), tapi saya pernah mengalami pengiriman barang yang sangat lambat, dan itupun dikarenakan pengiriman yang berasal dari luar negeri, Korea Selatan. Sehingga barang sampai 2 minggu lebih dari pembayaran.
Saran saya sebagai online shopper-holic untuk yg belum terbiasa dengan belanja online agar tidak kecewa, lihat dulu review-review dari oran yang pernah beli di website tersebut, bagaimana tanggapan orang-orang dan bagaimana kondisi barang yang telah mereka terima. Dengan membaca banyak review dari orang-orang sebelum kita berbelanja, kita jadi bisa lebih hati-hati dalam memilih tempat belanja dan barang yang akan dipesan sebelum menyesal dikemudian harinya. Cari tahu dulu bagaimana cara pembayarannya dan jasa pengirimannya juga sangat membantu untuk meyakinkan kita akan belanja di dunia maya tersebut.
Sekian pengalaman kegiatan online shopping saya, kurang lebih nya saya minta maaf. Terimakasih ;)
Kamis, 05 Februari 2015
Rabu, 26 November 2014
Macam-macam Hak Cipta (copyright)
Berikut ini adalah jenis-jenis dari hak cipta, yaitu:
1. Hak cipta
Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan/karya terhadap ciptaan dan salinannya. Pemilik sebuah hak cipta memiliki hak penuh terhadap karyanya tersebut serta salinan-salinan hasil karya nya. Hak cipta tidak perlu registrasi atau mendaftarkan diri terlebih dahulu, selama sebuah ciptaan atau hasil karya tersebut memang benar hasil pemilik itu sendiri.
2. Paten (Patent)
Pada hak cipta, orang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama, asalkan tidak dibuat berdasarkan karya orang lain yang telah memiliki hak cipta nya. Sedangkan pada paten ini adalah seseorang tidak berhak untuk membuat sebuah karya yang cara bekerjanya sama dengan sebuah ide yang dipatenkan.
3. Trademark (merk dagang)
Trademark digunakan oleh pebisnis untuk mengidentifikasikan sebuah produk atau layanan. Trademark ini meliputi nama produk atau layanan beserta logo, simbol, gambar yang menyertai produk atau layanan tersebut.
4. Trade secret (rahasia dagang)
Rahasia dagang dilindungi selama informasi tersebut tidak disebarkan oleh pemilik rahasia dagang. Contoh kecil dari rahasia dagang ini adalah, sebuah restoran/tempat makan. Untuk beberapa tahun, hanya tempat makan tersebut yang memiliki informasi resep makanan disana. Perusahaan lain tidak berhak untuk mendapatkan resep makanan di resto tersebut dengan cara apapun.
------------------------------------------------------------------------------------------------
::: Sumber :::
1. Hak cipta
Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan/karya terhadap ciptaan dan salinannya. Pemilik sebuah hak cipta memiliki hak penuh terhadap karyanya tersebut serta salinan-salinan hasil karya nya. Hak cipta tidak perlu registrasi atau mendaftarkan diri terlebih dahulu, selama sebuah ciptaan atau hasil karya tersebut memang benar hasil pemilik itu sendiri.
2. Paten (Patent)
Pada hak cipta, orang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama, asalkan tidak dibuat berdasarkan karya orang lain yang telah memiliki hak cipta nya. Sedangkan pada paten ini adalah seseorang tidak berhak untuk membuat sebuah karya yang cara bekerjanya sama dengan sebuah ide yang dipatenkan.
3. Trademark (merk dagang)
Trademark digunakan oleh pebisnis untuk mengidentifikasikan sebuah produk atau layanan. Trademark ini meliputi nama produk atau layanan beserta logo, simbol, gambar yang menyertai produk atau layanan tersebut.
4. Trade secret (rahasia dagang)
Rahasia dagang dilindungi selama informasi tersebut tidak disebarkan oleh pemilik rahasia dagang. Contoh kecil dari rahasia dagang ini adalah, sebuah restoran/tempat makan. Untuk beberapa tahun, hanya tempat makan tersebut yang memiliki informasi resep makanan disana. Perusahaan lain tidak berhak untuk mendapatkan resep makanan di resto tersebut dengan cara apapun.
------------------------------------------------------------------------------------------------
::: Sumber :::
Jumat, 13 Juni 2014
Yang selama ini ditunggu...
“Kyaaaaaaak!!!!
Suju!!!! Shineeee!!! SNSD!!! Aaaaak!!!” teriak penonton SMTOWN di Gelora Bung
Karno.
Gemuruh
teriakan orang-orang yang kegirangan karena akhirnya bisa nonton konser idol
korea mereka benar-benar membuatku semakin terpancing untuk tidak mau kalah
teriak sekencang-kencangnya menyebut idola ku, SHINee!
Sesampainya
di Stadion, perasaanku campur aduk antara bahagia tak percaya dan lelah tak
berdaya...yap, lelah tak berdaya~
Well,
sebelum aku mendengar gemuruh musik bercampur teriakan para K-Popers didalam
GBK, seluruh tenaga ku telah terkuras ketika bersiap pasang badan berebut masuk
ke dalam stadion. Jadi, begini awalnya...
“Ayo kak buruan
berangkat!! Ntar kita gak dapet tempat duduk!!” kata Risa, adikku yang juga
sesama K-popers.
“Ini gak kepagian? Acara
mulai jam berapa emang? Kok berangkat jam 7 begini?” tanya ibu keheranan.
“kalo kesiangan ntar
antrinya yang paling jauh malah ga dapet kursi yang enak, bu” saut Risa.
Akhirnya
kita bertiga berangkat jam 7 pagi demi mendapatkan antrian paling depan. Perasaanku
selama perjalanan sangat was-was. Hal yang aku pikirkan adalah “ini kenyataan
gue bisa nonton SHINee?! Nanti kalo konsernya rusuh, gue gimana?! Kalo gue
pulang-pulang kenapa-kenapa gimana?!” yaah khawatir sama diri sendiri juga
sih..
Ibu
ku yang setia menemani dari berangkat pagi hingga acara selesai pada jam 11
malampun benar-benar mempersiapkan segalanya agar anak-anaknya sehat sampai
pulang. Aku tahu sebenarnya ibu sangat khawatir dengan anak-anaknya didalam
sana. Ibu tidak ikut masuk kedalam venue, jadi selama itu ibu hanya menunggu di
masjid dekat dengan stadion GBK.
Sesampainya
di depan pintu gerbang GBK, antrian para k-popers lain sudah hampir memenuhi
hinga luar gerbang, WOW! Aku sangat tidak menyangka, jam 9 pagi aku sampai sana
saja sudah sepanjang ini antriannya, aku berpikir sudah berapa lama orang-orang
yang paling depan menunggu disana? Huh.
Aku
dan adikku duduk di antrian tengah, semakin lama antrian semakin panjang dan
orang-orang pun makin tidak bersabar ingin masuk.
Jam
12 siang pun tiba, pintu gerbang pertama dibuka dan orang-orang antri untuk
pemeriksaan tas dan tiket masuk. Dengan tertib, para kpopers berjalan
perlahan-lahan untuk memasuki gerbang utama. Setibanya aku didepan gerbang, aku
merasa sangat excited banget karena
masih belum percaya kalau akhirnya aku bisa secara live melihat idola ku yang
jauh dari Korea.
“kaak ayo kaaak cepetan
lari biar dapet antrian pertama!!!” teriak adikku menyemangati.
Karena
kelelahan mengantri dibawah terik matahari, belum sempat masuk ke gerbang
selanjutnya, aku sudah lelah duluan, hahaha..
Setiba
di depan pintu gerbang masuk venue, para staff di dalam selalu memutar
lagu-lagu idola para k-popers yang akan tampil nanti sore. Para kpopers pun
terus berteriak tidak sabar, termasuk aku dan adikku.
Memasuki
jam 4 sore, para penonton yang hendak masuk ke venue bersiap pasang badan untuk
‘dorong-dorongan’ dengan penonton lainnya agar bisa masuk duluan ke venue. Aku yang
sudah kelelahan menunggu pun tetap bersiap pasang badan demi mendapatkan posisi
paling depan. Staff pun membuka pintu dan para penonton telah menyiapkan tiket
mereka yang akan di scan barcode nya.
“woyyy woy minggir
woyy!!! Antri dong!! Jangan nyelak curang gitu woooy!!!”
Semakin
gerah mendengar amarah orang-orang yang tidak rela antriannya di sela orang
lain. Akupun semakin merasa ketakutan merasa tertekan saat orang-orang
mendorong badanku dan adikku sampai susah bernafas. Yaah...beginikah perjuangan
demi melihat seorang idol yang akan menggelar konser? Sakit hati rasanya jika
para idola malah sombong kepada para penggemarnya.
“apakah mereka didalam
tau perjuangan kita hingga begini? Mau menyerah saja rasanya sejak antri
panas-panasan dan sekarang didesak-desak orang-orang yang egois.. apakah para
idola kita tau?” pikirku.
Aku
dan adikuu pun telah memasuki venue stadion GBK yang sudah tertata rapi
panggung, LCD serta lighting yang akan memeriahkan konser nanti malam. Acara dimulai
jam 7 malam, tetapi para kpopers sudah sangat bahagia ketika sampai tempat
duduk dan melihat poster-poster idola yang terpampang jelas di sekitar stadion.
Sembari menunggu konser dimulai, para staff dibelakang panggung memutar
lagu-lagu idola yang nanti akan tampil, penonton pun ikut menyanyikan lagu
bersama-sama.
Waktu
menunjukkan jam 7 malam, daaaaan....acara dimulai!!! Lighting yang sangat
keren, speaker yang begitu menggelegar suaranya mendukung meriahnya acara. Pembukaan
yang meriahpun disambut oleh para penonton.
Aku
dan adikku sangat menikmati acara dari awal hingga akhir, bahkan kita sampai
menangis bahagia karena masih merasa tidak percaya kalau akhirnya keinginan
kita tercapai juga.
Sorak
sorak penonton mengikuti iringan lagu dan lirik lagu yang dibawakan para idola
membuatku makin merasa bahagia. Penampilan para idola pun sangat sempurna,
mereka menyapa para peonton dengan berbahasa Indonesia. Yaahh walaupun mereka
hanya bisa berkata sedikitnya “AKU CINTA KALIAN, INDONESIA!!!” itu saja sudah
membuat kami bahagia.
Selesai
acara konser SMTOWN tepat jam 11 malam, aku dan adikku langsung bergegas
menemui ibuku yang telah menunggu lama dari pagi hingga malam. Kita bertiga
pulang naik taksi sampai rumah.
Sampai rumah pun aku
masih tidak bisa percaya dan masih merasa diriku berada disana terus bersorak
meneriakkan idola ku. Aku dan adikku tidak akan pernah melupakan kebahagiaan
itu pada tanggal 22 September 2012, konser SMTOWN yang membuatku lelah
bercampur bahagia.
Kini impianku adalah,
bisa menonton konser K-pop secara langsung di negara mereka, Korea Selatan.. :)
Jumat, 04 April 2014
Ragam Bahasa Indonesia
Macam ragam bahasa indonesia, yaitu:
1. Ragam bahasa lisan
Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal.
Pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik wajah,
gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan sebuah ide. Dalam ragam bahasa
lisan, gerakan tubuh ikut mendukung komunikasi yang dilakukan.
2.
Ragam bahasa tulisan
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan
dengan huruf-huruf sebagai unsur dasarnya. Disini kita akan berurusan dengan
tata cara penulisan atau ejaan, dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis ini
kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun
susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, penggunaan ejaan yang baik dan benar,
dan penggunaan tanda baca.
3.
Ragam bahasa sosial
Ragam sosial yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan
atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam
masyarakat. Ragam sosial yang digunakan dalam keluarga atau dengan sahabat dan
teman memiliki ragam sosial tersendiri.
4.
Ragam bahasa fungsional
Banyak juga yang menyebut Ragam ini dengan Ragam Profesional, yang
maksudnya adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lingkungan kerja,
lembaga, atapun kegiatan tertentu lainnya. Ragam ini dikaitkan dengan keresmian
keadaan penggunanya.
Sabtu, 16 November 2013
Perkembangan Bahasa Indonesia
Pada dasarnya, Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sehinggan bahasa penghubung antar suku di Nusantara dan sebagai bahasa yang digunakan dalam perdagangan, antara pedagang dari dalam nusantara dan dari luar nusantara.
Dibawah ini adalah beberapa bekas peninggalan-peninggalan dari bahasa Melayu:
- Tulisan yang terdapat pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380.
- Prasasti Kedukan Bukit, Palembang pada tahun 683.
- Prasasti Talang Tuo, Palembang pada tahun 684.
- Prasasti Kota Kapur, Bangka Barat pada tahun 686.
- Prasasti Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada tahun 688.
Beberapa fungsi bahasa Melayu pada saaat itu:
1. Bahasa kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra.
2. Bahasa perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia.
3. Bahasa perdagangan baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun pedagang yang berasal dari luar
Indonesia.
4. Bahasa resmi kerajaan.
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok nusantara berkumpul dalam rapat, para pemuda berikrar:
1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa
Indonesia.
Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama "Sumpah Pemuda". Pada tahun 1928, Bahasa Indonesia dikokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam UUD 1945 pasal 36, disebutkan bahwa Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia.
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD).
Ejaan-ejaan untuk bahasa Melayu/Indonesia mengalami beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Ejaan van Ophuijsen: Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Ciri-ciri ejaan ini yaitu:
- Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Surabaïa.
- Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
- Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
- Tanda diakritik seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma'moer, 'akal, ta', pa', dsb.
2. Ejaan Republik: Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. Ejaan ini juga dikenal dengan nama Ejaan Soewandi. Ciri-ciri ejaan ini yaitu:
- Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
- Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada tak, pak, rakjat, dsb.
- Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan-2, ke-barat2-an.
- awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
3. Ejaan Melindo (Melayu Indonesia): Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.
4. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD): Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh presiden republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57 Tahun 1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia, semakin dibakukan.
----------------------------------------------Source1 | Source2--------------------------------------------
Tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan tugas softskil Bahasa Indonesia 1, Universitas Gunadarma.
Adlina Khairadini (10111258) 3KA15.
Minggu, 10 November 2013
Ragam Bahasa
1. Ragam Bahasa Lisan
Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik wajah, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan sebuah ide. Dalam ragam bahasa lisan, gerakan tubuh ikut mendukung komunikasi yang dilakukan.
- Ragam bahasa baku lisan
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
2. Ragam Bahasa Tulisan
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf-huruf sebagai unsur dasarnya. Disini kita akan berurusan dengan tata cara penulisan atau ejaan, dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis ini kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, penggunaan ejaan yang baik dan benar, dan penggunaan tanda baca.
- Ragam bahasa baku tulis
Dalam ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian. Oleh karena itu, diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan yang benar, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa.
3. Ragam Bahasa Sosial
Ragam sosial yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat. Ragam sosial yang digunakan dalam keluarga atau dengan sahabat dan teman memiliki ragam sosial tersendiri.
4. Ragam Bahasa Fungsional.
Banyak juga yang menyebut Ragam ini dengan Ragam Profesional, yang maksudnya adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lingkungan kerja, lembaga, atapun kegiatan tertentu lainnya. Ragam ini dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunanya.
------------------------------------Source1 | Source2 | Source3 ---------------------------------------
By: Adlina Khairadini (10111258)
Sabtu, 09 November 2013
Korea's Idol Fangirl!
Apa sih Fangirl itu?
Bisa dibilang, itu adalah sebutan untuk seseorang yang mengidolakan public figur. Fan yang maksudnya adalah seorang fans, dan girl itu ditujukan ke perempuan (fans wanita). Ada juga sebutan Fanboy yang ditujukan untuk fans pria.
Saya ambil contoh dari pengalaman saya sebagai Fangirl yang mengarah ke Idola Korea. Sebagai fans, pastinya banyak melakukan hal yang berkaitan dengan idolanya. Seperti salah satunya, menonton konser musiknya, datang ke acara fan-meet sang idola, selalu update tentang apa yang dilakukan idola, bahkan hafal betul kegiatan dan bagaimana kehidupan sang idola diluar tanggung jawabnya sebagai entertainer.
Yang namanya idola, pasti tak hanya memiliki banyak fans, tapi pasti juga memiliki beberapa kumpulan orang yang tidak suka atau menolak yang sering disebut 'Haters'. Bagaimanapun, seorang Fangirls tak akan bisa menghalangi adanya Haters yang selalu berusaha menjatuhkan idolanya. Karena terkadang, apa yang dikatakan Haters sekalipun menjatuhkan, tapi ada benarnya juga dan biasanya dijadikan introspeksi diri untuk sang idola.
Seorang yang diidolakan harus bisa menerima berbagai kritik walau tidak ingin diterimanya. Maka dari itu seorang Fangirl yang pastinya selalu mendukung atau men-support sang idola apapun yang diterimanya.
Fangirl yang saya tahu, ada dua macam. Fangirl yang menggilai hingga terobsesi kepada idolanya, dan Fangirl yang mendukung apapun tanpa menganggu privasi sang idola. Biasanya Fangirl yang menggilai atau sampai terobsesi kepada sang idola, mereka berani melakukan apapun demi memasuki kehidupan idolanya. Sekecil dan serahasia apapun yang dilakukan idolanya, mereka akan terus mengikuti dan mencari tahu. Terkadang para idola pun merasa risih atau kesal dengan keberadaan para Sasaeng-fans ini (sebutan untuk seseorang/kelompok orang korea yang sangat menggilai idolanya). Sesuka atau secintanya apapun kita sebagai fans, setidaknya harus menghargai privasi/urusan idolanya. Para Sasaeng ini saking terobsesinya kepada idola, kemanapun dan sejauh apapun sang idola pergi, mereka pasti menguntit. Istilahnya 'apa sih yang mereka tidak tahu tentang sang idola'.
Sedangkan Fangirl yang baik itu hanya mendukung, mensupport terhadap apapun yang dilakukan idolanya. Karena menjadi seorang Idola, pastinya membutuhkan dorongan yang positif dari orang-orang yang mencintainya, bukan yang berusaha mengetahui hak privasinya. Tanpa Fangirl, seorang idola bukanlah apa-apa. Karena itu juga sang idola harus selalu berusaha keras membuat hal positif agar para fans tidak melepaskan dan semakin mendukungnya.
Siapakah idola kesayangan kalian? Jadilah seorang fans yang membuat idola kamu bangga. Jangan menyakiti, bersikap anarkis atau bahkan terlalu terobsesi hingga kamu melupakan posisi kamu sebagai seorang fans yang sewajarnya. :D
-----------------------------------------------------------------------------------------------------Article by: Adlina Khairadini (10111258)
Langganan:
Postingan (Atom)